NPM : 21312026
- Tujuan Database :
- Untuk menekankan kemandirian data
- menghilangkan inkonsistensi dan redudansi data menggunakan konsep normalisasi
- meningkatkan kemampuan akses data
- Karakteristik Relational Database
- Struktur Tabular
- Satu bahasa digunakan untuk semua pemakai
- Data dihubungkan melalui nilai data
- Model Data Relasional mengandung 3 komponen inti:
- Struktur data (data diorganisasikan dalam bentuk tabel)
- Manipulasi data (menggunakan SQL)
- Integritas data (Menjamin konsistensi data)
- Contoh Domain Atribut dan Atura Integritas
- Contoh Integritas Refensial
Daur Hidup (LIfe Cycle) yang Umum dari Aplikasi Basis Data
- System Definition
- Database Design
- Implementation
- Loading/Data Convertion
- Konversi Aplikasi
- Testing Dan Validasi
- Operations
- Control dan Maintenance
- Definisi Sistem
- Ruang lingkup basis data
- pemakai
- aplikasi
- Design
- logical design --> ER/EER
- phsical design untuk suatu DBMS
- Implementasi
- membuat basis data
- membuat program aplikasi
- Loading/ Konversi Data
- memasukkan data ke dalam basis data
- mengkonversi file yang sudah ada ke dalam format basis data dan kemudian memasukkannya dalam basis data
- Konversi Aplikasi
- Testing dan Validasi
- Operasi
- Monitoring dan Maintenance
Basis Data biasanya merupakan salah satu bagian dari suatu
sistem informasi yang besar yang antara lain terdiri dari:
- Data
- Perangkat lunak DBMS
- Perangkat keras komputer
- Perangkat lunak dan sistem operasi komputer
- Program-program aplikasi
- Pemrogram, dll
- Pengumpulan dan analisa requirement
- Design basis data conceptual
- Pemilihan DBMS
- Mapping dari conceptual ke logical
- Physical Design
- Implementasi
- proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven)
- proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)
Karena
kedua proses tersebut saling bergantungan.
Contoh:
- Menentukan data item yang akan
disimpan dalam basis data tergantung dari aplikasi basis data tersebut,
juga dalam menentukan struktur dan akses path.
- Design dari program aplikasi
tergantung dari struktur basis datanya.
- Biasanya condong ke salah satu.
Phase 1: Pengumpulan Data & Analisa Requirement
Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi
- Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi form, report, manual, organization chart, dsb
- Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb
- Transfer informasi informal ke dalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kekonsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi.
Phase 2:
Design Conceptual
Phase 2A: Design Conceptual Schema
- High level data model, bukan implementation-level data model
- Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan.
- Conceptual schema bersifat tetap
- Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis
Phase 2A: Design Conceptual Schema
- Harus bersifat:
- Mampu menyatakan relationship, batasan-batasan
- Diagram
- Formal, minimum dalam menyatakan spesifikasi data (tidak ada duplikasi)
- Simple
- Conceptual data model harus DBMS independent ER/EER
Contoh ERD
Phase 2b: Design Transaksi
- Pada saat suatu basis data di-design, aplikasi dari transaksi utama harus sudah diketahui
- Transaksi-transaksi baru dapat didefinisikan kemudian
- Tentukan karakteristik dari transaksi dan periksa apakah basis data sudah memuat semua informasi untuk melaksanakan transaksi
Phase 2b: Design Transaksi (cont’d)
- Transaksi dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu:
-
retrieval
- update
- mixed
- Phase 2a dan 2b sebaiknya dilaksanakan secara paralel dengan menggunakan umpan balik agar didapat design schema dan transaksi yang stabil
Phase 3:
Pemilihan DBMS
Pemilihan DBMS ditentukan oleh sejumlah faktor antara lain:
- faktor teknis: storage, akses path, user interface, programmer, bahasa query, data models
- faktor ekonomi: software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi, dll
- faktor organisasi: kompleksitas, data, sharing antar aplikasi, perkembangan data, pengontrolan data
Phase 4: Mapping dari Data Model
- Memetakan conceptual model ke dalam DBMS
- Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan
- Hasil pemetaan biasanya berupa DDL
Phase 5: Physical Design
- Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baik
- Kriteria baik dapat dilihat dari:
-
response time
- pemakaian storage
-
throughput (jumlah transaksi per unit waktu)
- Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistik pemakaian
Phase 6:
Implementasi Sistem Basis Data
- DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong
- Basis data dapat dimuati (di-load) dari sistem yang lama
- Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi
- Siap dioperasikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar